Thanks

December 24th, 2007 by dikrie

So long not to write on this blog..

fiuh…i’m back again…

thanks God, 4 now everything so different..

Memang deh yg namanya hidup itu penuh rahasia, kita gak pernah tau apa rencana Tuhan..contohnya aja kayak yg aku alamin sekarang, kuliah jauh2 di jogja, selesai S1 ngelanjutin S2, trus rencananya mo jadi Dosen, eh taunya pas ada penerimaan Akpol Sumber Sarjana  S1/S2 ikutan daftar, sekarang malah keterima n jadi Taruna Akpol.  mesti belajar lagi, belajar lagi…yah tp gpp deh, malah bangga rasanya bisa jadi seperti sekarang, cos gak semua orang bisa seperti ini, butuh kerja keras, perjuangan, doa, n yang pasti Ridho dari Allah..

once again "Thanks God"

Lagi lagi..

March 22nd, 2007 by dikrie

Ya Allah, cobaan apa lagi yang Engkau berikan pada hambaMu ini? Semoga kesabaran dan keikhlasan selalu menyertaiku melewati cobaan yang datang silih berganti. Terimakasih ya Allah, dengan cobaan yg Engkau berikan aku semakin yakin rasa sayangMu masih ada untuk menguji hambaMu ini, mudah2n aku akan selalu menjadi lebih baik lagi

Sial bgt nih..

March 22nd, 2007 by dikrie

Sial..ngomongin Tesis..baru inget..Komputerku rusaaak, hiks2 :( ternyata perjuangannya menemaniku selama ini hanya sampai di situ..yah mo gimana lagi, emang dah uzur juga kali ya umurnya..tapi berjasa bgt tuh, dah bbrp org lulus jadi sarjana gara2 tuh komputer, trus juga yg lulus jadi kuliah Profesi *jadi inget tmenku yg satu itu..pa kabarnya dia ya??* Biasanya siy klo komputer rusak masih bisa kuperbaiki sendiri, tp berhubung skrg ini dah parah bgt..gak ada cara lain, harus ganti yg baru :(

sepertinya sekarang2 ini barang yg paling aku inginkan and aku butuhin adalah Laptop deh *pengen banget and butuh banget!!!  >_<* tp sayang gak ada budget untuk itu…gimana ya?? ada yg mo beliin gak ya?? *haha, ngarep*

jadul (part 2)

March 1st, 2007 by dikrie

–blm ada judul– (7)

Pesonamu selalu bertahta pada pekat malamku..

Berulangkali ku tepis, ku sangkal, tak mampu ia sirna..

Kerap ku dustai hati, tak lagi ada tempatmu di sini..

Namun perih menyertai di kala tercabik ikatan cinta..

Mengertiku tak lagi ada rasa darimu, tetapi tak ubahnya cinta bertahan enggan pudarkan warna..

Sekejap, selintas, bermain mataku menerobos batin..

Melihatmu, bergelayut manja, entah siapa dia..

Terpercik air mata sedih memupus luka..

Tetap tak sanggup melupakan dan melepas..

Tersisa tanya..Dimana cintamu sembunyikan rasa?

Serpihan kenangan hanya mimpi tak berteman harapan..

Heningku..menerawang hamparkan sunyi..

Beradu hatiku pada kata, berlomba jujur uraikan nurani

Inikah yang sejati?

Inginku..Menanti..beranjak waktu melewati masa..

Ketika lelahmu berganti, tanpa ada yang pasti..

Hingga bersemi bertunas embun pada sabarku..

Menatapku kembali, enyahkan dusta penantian yang terhenti..

Mengulangi cerita, selaras bersama..hidupkan matiku..

Harapku padamu…kembali

jadul…

February 24th, 2007 by dikrie

Pernah ada masa2nya sok romantis gitu, belajar bikin puisi…cukup banyak siy yang jadi, meskipun bicara kualitas masih belum ada apa2nya..saat buka2+ngeliat2 file di komputer, eh ktemu lagi ma puisi2 lama..setelah dibaca2 lagi, rasanya aneh, malah tertawa..bisa2nya dulu buat puisi gak bermutu kayak gini..tapi dibuang sayang. mendingan ditampilin di blog aja deh..yah mari kita nikmatin bersama2, silahkan tertawa kalau memang ancur bgt..bebaskan ekspresimu…hehe..oya, satu hal lagi setelah dibaca2, ternyata banyak2 yg mirip deh..beginilah bermimpi jadi pujangga tanpa dukungan bakat..haha2

- Unreachable- (1)

Dia..

Kenapa harus dia..?

Dia yang tak mengerti cinta

Dia yang tak mampu menanti

Dia yang tak terkira memberi perih

Sadarkah dia..

Pahamkah dia..

Hadirnya kerap merayu mimpi

Tawanya kerap menggoda rindu

Meski sinis menatapnya

Terselip harap merajut rasa

Dia…

Selangkah dariku tapi tak terjangkau..

–Menanti— (2)

Tak beradu mata saling menatap

Tak tersentuh jemari saling membelai

Tak bertemu raga untuk bersama

Lalu kenapa?

Salahkah ku titipkan rasa di hatimu?
Salahkah ku semai cinta di sukmamu?

Mulutmu tlah berucap, hatimu tlah berkata.

Yakinkan ku untuk melangkah

Setiakah kamu?

Mampukah bertahan berteman sepi?
Mampukah menanti tanpaku di sisi?

Seribu tanya bergolak lirih

Jujurlah..jangan bermain rasa..

Ku tunggu kau merangkai janjimu

Ku tunggu kau mengukur cintamu

Ku tunggu kau menyelam sabarmu

Ku tunggu di gerbang itu

Teruslah melangkah

Atau lelah tak mampu meniti

Denganmu..atau tanpamu..

Tetap ku menyusuri mahligai cinta

Berharap restu ridho ilahi

–Nafsu– (3)

Lihat..

Aku tersenyum pada mata menggoda jiwa..

Bertatap beradu gejolak

Ahh..Rasa ini membuncah..

Membara panas menyeruak..

Ingin merasa..

Ingin mencoba

Saling tersenyum seolah saling mengerti

Memberi harap..

-Aku, Dia, dan Takdir- (4)

Sekelebat bayangannya muncul lagi di kepalaku.
Dia..ahh..
Bau khas parfumnya seolah menari di penciumanku…
Tak lekang senyum yang menghiasi sebanding tatapan penuh makna menghujamku..
Aku tau itu..aku tau apa yang ada di benaknya..
Namun tak pernah mampu kutebak segala tindakannya..
Dia mampu membuatku tersenyum penuh arti, dan sekejap itu pula dia merampas milikku..
Ah benarkah terlalu cepat?
Benarkah ‘waktu’ yang bersalah..?
Semua peran telah kumainkan..
Ya bahkan melawan takdirpun pernah kucoba..
Ahh..sekali lagi bayangan itu menusukku..
Indah, namun memberi sakit teramat dalam…
Siapa yang berperan..?
Sekali lagi Tuhan menunjukkan kuasaNya..
Berjuang berurai tangis seakan tak berarti melawan kehendakNya..
Bahkan ketika simbol status tak lagi mengikatnya..
Tetap tak mampu kuraih dirinya..
Seakan tertawa menyindir jalanku..
Benarkah Tuhan sekejam itu?
Tidak….bukan itu…
Nafsuku lah yang membara..
Memburu melintasi jalan yang bukan milikku…

–satu– (5)

Lihat mata itu..
Menatapnya kau lihat surga..
Lihat senyum itu..
Tersenyumlah, dan jiwa pun menari
Siapa mampu menepis..?
Lihatlah dan jangan berkedip..
Gemulai Lembut rasakan pesonanya
Jika kau bertanya, jika kau tergoda..
Jangan salahkan dia..
Kecantikan adalah namanya, keindahan adalah bayangnya..
Lalu siapa Cinta?
Dialah ruhnya..
Kabar baik bagiku..
Dia memilih menitipkan rasanya padaku..
Membawaku mensyukuri indahnya Nirwana
Jangan cemburu, percuma kau tunggu..
Dia dan aku..
Tak terpisah tak bercelah, menyatu dalam kalbu..
–Bintang- (6)
Bintang..
Sesaat menatapnya, dingin tanpa makna..
Kembali menatap..
Setelah waktu bermain pada jalannya..
Bintang tersenyum..
Menyentuh jiwa..
Tatapan itu menghangatkan kebekuan malam..
Aku rindu bintang..
Sekejap dia mencuri jiwaku..
Mungkinkah aku lahir kembali..?
Cinta membara memburu bintang..
Tak ingin lepas tanpa kepastian..
Ragu-ragu..cemas..sudikah hanya bersinar padaku..?
Waktu berputar meregang asa
Bintang kesepian..bintang merana..
Tak mampu lagi tersenyum
Setialah bintang..
Nantikan aku kembali menjadi bulan menerangimu..

Memory masa lalu..jadul bgt..

September 12th, 2006 by dikrie

Masih ingat

kan

tentang ceritaku tentang penyakit susah tidur? Nah di saat-saat berusaha memejamkan mata, ada beberapa hal yang sering terlintas dalam pikiranku.. kebanyakan siy tentang masa laluku.. yah mungkin memang tidak menarik, tapi aku pengen berbagi deh semuanya tentang diriku..

  • Dulu ukuran badanku sangat kecil, sampai-sampai aku ditolak untuk masuk SD di beberapa tempat, karena badanku yang terlalu kecil (umurku juga masih kurang siy, soalnya aku gak pernah mau masuk TK, dan pengen langsung masuk SD begitu Abangku masuk SD ). Alhasil ibuku terpaksa sedikit memohon kepada kepala sekolah SD-ku dulu agar dibiarkan masuk beberapa hari karena melihat tekadku yang begitu kuat untuk sekolah, dan kepala sekolah pun mengalah. Ternyata aku malah selalu meraih juara 1 sewaktu kelas 1&2 SD, well walaupun tidak seberapa, tapi cukup membanggakan bagiku..
  • Dulu ukuran badanku sangat kecil, sampai-sampai setiap ada upacara bendera di sekolah, dari SD sampai SMU, aku selalu berdiri di barisan paling depan..hu uh, menyebalkan… untung sedikit rasa nasionalisme dan cinta tanah air sedikit menghibur ku :p sekarang?? Setidaknya aku tidak terlalu kecil lagi, tapi sayangnya udah gak ada lagi “upacara bendera” di kuliahan, jadinya aku gak sempat balas dendam untuk menikmati upacara bukan di barisan depan lagi
  • Dulu walaupun aku sudah sangat pintar membaca, meskipun belum masuk sekolah. Tapi aku selalu membaca sebuah merek permen “HEXOS” dengan bacaan “Hengos”, hahaha…suatu kenangan yang aneh..dan ini cukup bertahan untuk 2-3 tahun aku sekolah…
  • Dulu setelah peristiwa menyedihkan dengan ibu guru (baca blog-ku tentang “ibu guru sayang, tolong jaga sikapmu), aku adalah seorang yang sangat-sangat pendiam dan pemalu. Sampai-sampai aku tidak pernah berani mengungkapkan perasaanku terhadap adik kelas yang aku sukai sejak aku kelas 2 SMU, sampai akhirnya aku tamat. Jangankan mengungkapkan perasaan, berbicara dengannya saja aku tidak pernah. Bayangkan, dengan teman-temanku sendiri yang wanita, aku juga bisa berkeringat dingin dan wajah memerah ketika mereka menggodaku.. Bagaimana mungkin aku berani mengungkapkan perasaanku. Sekarang ??hmm, aku masih pemalu tuh..hahahaha (hush jangan protes :p)
  • Dulu sewaktu kecil aku sangat aktif, suka main jauuuuuh dari rumah, suka lari-larian, suka manjat-manjat pohon, mandi di sungai (eh, kali maksudnya :p), dan akhirnya aku pernah jatuh, kepalaku persis mengenai sisi pot tanaman, menyebabkan luka dikeningku hingga keliatan tulang putihnya dan harus di jahit cukup banyak. Alhasil sekarang meninggalkan luka di kening sebelah kiri yang cukup jelas, sampai-sampai seseorang yang pernah dekat denganku memanggilku dengan sebutan “Dikrie Potter”, ceritanya nyama-nyamain dengan Harry Potter yang punya bekas luka di keningnya.. sekarang Aku dan Harry jadi sama, cuma bedanya Harry Potter adalah tokoh yang sangat terkenal, sedangkan aku bukan siapa-siapa, hiks poor me
  • Dulu sewaktu kecil aku sering banget dikejar dan digigit anjing tetangga..hu uh menyebalkan, sampai-sampai susternya ingat kepadaku dan berkata “kamu lagi, kamu lagi” sambil menyuntik (maaf) di bokongku..sekarang?? masih paranoid ma Anjing.. untung aku gak rabies..eh, apa iya ya??? Jangan-jangan….? Mau coba aku gigit? Hehe..
  • Dulu aku sangat suka dengan hujan, sering banget mandi hujan kalau gak ketahuan sama orang tua. Dan kalaupun ketahuan, aku suka berdiri dan menatap hujan dari jendela rumahku. Sekarang??aku masih dan tetap sangat-sangat suka dengan hujan. Hujan bisa membuatku merasa nyaman.. dan, ehm..sedikit romantis,hehe

Duh, masih banyak nih “dulu-dulu” yang berkesan, tapi sepertinya harus to be continue deh..laper..mo makan dulu..

Bu guru sayang..ati-ati ya ma tindakannya…

September 12th, 2006 by dikrie

Mungkin kalian pada bertanya-tanya..apa siy maksud judul di atas? Bagi sebagian orang bisa jadi gak menarik sama sekali, tapi at least bagiku sangat-sangat berpengaruh. Well, untuk tau lebih jelasnya, kita harus mundur beberapa tahun ke belakang..

Waktu itu aku duduk di kelas 3 SD (wah, jadul bgt ya), oya selama kelas 1 dan 2 aku selalu meraih juara 1, dan tentunya aku termasuk siswa yang aktif dong. Setiap pertanyaan dari guru selalu berusaha ku jawab, aku bahkan tidak pernah ragu untuk maju ke depan jika ada tugas dan PR yang diberikan. Namun pengalaman pahit ini terjadi sewaktu aku kelas 3 SD. Waktu itu, ibu guru memberikan sebuah pertanyaan. Nah sialnya lagi, mungkin waktu itu aku kurang konsentrasi atau mungkin salah denger, sewaktu ibu guru mengajukan pertanyaan, seperti biasa aku selalu berusaha menjawab pertanyaan, malangnya jawaban yang kuberikan salah. Selama ini siy, aku biasa-biasa saja kalau salah menjawab pertanyaan, ya namanya aja

kan

lagi belajar :p yang menjadi masalah itu adalah “reaksi “dari ibu guru terhadap jawabanku yg salah itu yang seolah2 seperti mencibir/mencemoohku. Aku tau ibu guru tidak pernah bermaksud demikian, namun reaksinya benar-benar membuat aku merasa malu di hadapan teman-teman. Sejak itu aku mulai jarang, dan bahkan tidak pernah lagi berusaha menjawab pertanyaan yang diberikan karena takut kejadian serupa akan terulang lagi. Yah namanya aja anak kecil, masih dalam pertumbuhan, so mentalnya belum kuat benar. Seperti yang kita ketahui (di sekolahku dulu setidaknya), kalau di Sekolah Dasar, hampir semua mata pelajaran kecuali Agama dan Olah Raga diajarkan oleh seorang Guru..so pasti hampir saban hari selama setahun aku diajari oleh Ibu guru itu, n selama itu pula aku tidak pernah lagi menjawab pertanyaan yang diberikan. Oya, parahnya lagi, waktu naik ke kelas 4, ternyata ibu guru tersebut tetap menjadi wali kelasku . Imbasnya tentu saja terhadap prestasi yang aku raih, meskipun tidak pernah lepas dari rangking 3 besar sewaktu SD, tapi pengaruh yang paling buruk teradap diriku adalah “sikapku yang mulai jadi pendiam n pemalu”. Mungkin orang-orang yang kenal dengan aku sekarang tidak akan percaya kalau aku seorang yang pendiam atau pemalu, tapi jujur sampai dua tahun pertama di Jogja, aku masih seorang yang pendiam dan pemalu. Kalau tidak percaya, tanyakan saja pada teman-temanku semasa SMU khususnya yg wanita, yang sering menggodaku dan mereka akan tertawa senang ketika wajahku memerah dan keringat dingin mulai bercucuran. Atau tanyakan kepada teman-teman masa kuliahku dulu, yang sebagian dari mereka bahkan mengira aku sombong, kuper lah, atau apapun namanya karena terlalu sering menyendiri.. well, mengenai kenapa aku akhirnya mulai bisa berubah, mungkin next time aku ceritakan. Tapi Moral of the story kali ini..”hati-hati bu/pak guru, jaga tindakan dan reaksimu”, mungkin hal seperti ini tidak berpengaruh bagi yang lain, tapi setidaknya itu benar-benar telah berpengaruh buruk terhadap hidupku. Yang salah sebenarnya adalah “mentalku” yang belum siap waktu itu. Apapun itu, aku tidak pernah membenci Bu guru tersebut, karena aku sadar seorang guru tentunya tidak pernah bermaksud demikian, seorang guru tetaplah menjadi seorang pahlawan yang patut dipuji. Namun mengingat belakangan ini munculnya lagi tindakan kekerasan yang dilakukan oleh oknum guru, cuma bisa berpesan “Bapak/Ibu Guru..tolong jaga Tindakanmu

i am dying…….

September 12th, 2006 by dikrie

Beberapa hari belakangan ini, penyakit susah tidurku kambuh lagi (insomnia), dan sepertinya semakin hari semakin parah. Rasanya sudah lama sekali aku bisa tidur nyenyak dan merasakan tidur yang berkualitas. Tak heran sekarang-sekarang ini rasanya selalu kurang fit. Berbagai cara udah aku coba, misalnya mulai sering berolah raga (renang), atau mencoba mengosongkan pikiran sebelum tidur. Tapi nyatanya tidak membuahkan hasil, tetap saja mataku susah terpejam. Pernah kepikiran untuk mencoba mengkonsumsi obat tidur, tapi aku malah takut kalau ternyata obat itu terlalu manjur sampai aku tertidur dan lupa untuk bangun lagi, hehe. Takut kecanduan dan takut efek samping, itu sih alasan utamaku untuk tidak mencoba menggunakan obat tidur. Tetapi sepertinya aku mulai tergoda untuk mencobanya..aku benar-benar ingin merasakan tidur nyenyak. Tidak seperti sekarang-sekarang ini, tidurpun rasanya otakku tidak pernah sedetikpun berhenti berpikir, mulai dari mimpi yang aneh-anehlah, sampai dengan mimpi-mimpi yang selalu memaksa aku untuk berpikir? Ngerti gak siy maksudnya? Ya pokoknya gitu deh, setiap bangun, pasti selalu merasa lelah…oya, 3 hari yang lalu tenggorokanku sakit…buat bicara aja rasanya susah bgt..apa kena radang tenggorokan kali ya? Yang bikin parno nih, pernah pagi-nya pas batuk gitu, ada sedikit darah yang keluar….deuuh, jadi takut deh..kenapa ya? Padahal aku gak merokok, cukup sering olah raga renang tuh…hmm, apa akibat dari tidur yang kurang kali ya?? Ougghh..somebody help me…im dying..hiks hiks…

ehmm…apa ya..

September 8th, 2006 by dikrie

Masih seputaran puisi nih..kali ini lagi mengingat someone deh..huehehehe

Mengenangmu CINTA

Mengenangmu dikala lelah aku menanti

Berjuang bertaut asa bertuah setia..

Dingin hatimu membuyar jiwa..

Mengenangmu di kala sepi menyeruak batin..

Sabarkanlah..

Biarkan aku uraikan lagi senyuman itu..

Mengapa tak rela engkau bertahan?

Mengapa sepi tak lagi mau menanti?

Mengenangmu di kala gelap berbaur kelam

Haruskah aku melangkah?

Kemana?

Jalanmu yang telah mengoyak memberi perih?

Lihat di sini..bunga-bunga semerbak harum menggodaku

Menarikku ke serbuk wangi semanis madu

Berjanjilah..

Bila aku melangkah ke selaksana jiwamu

Tak lagi kau biarkan luka menggores perih

Tak lagi kau biarkan tangis meratap pilu

PS  : haha, puisi yg aneh.. :p

Wasting My Time

September 8th, 2006 by dikrie

Belakangan ini suka bgt deh nulis-nulis.. kalau ditanya nulis-nulis apa? emang siy semuanya gak penting bgt kali ya? *masih mending ngerjain Tesis yang terbengkalai entah sekian lama* ya tapi itu tadi deh, setiap mo ngerjain Tesis, yg ada semangatnya ilang..jadinya malah nulis-nulis gak jelas kayak gini. Wasting time bgt gak siy? mulai dari cerita2 singkat masa lalu, sampe ini nih yg aneh.. gi coba2 bikin Puisi.. Aneh bgt kan? hari gini masih nulis puisi, mending klo ada jiwa-jiwa seni gitu, yg ada malah gak sedikitpun punya bakat. hehe, ceritanya belakangan ini rada2 sedkit melo..dan teringat ma keluarga, especially my Mom.. the best woman" for me. akhirnya jadi juga tuh puisi. sebenernya gak pengen dimasukin ke blog, tapi dipikir2 lagi, lumayan deh buat bahan tertawaan klo someday nanti ngebaca nih puisi lagi, atau mungkin malah jadi penambah semangat??? daripada terbuang sia-sia di tumpukan keranjang sampah..so lebih baik kita publikasikan saja okay..

Perhatian!!! penulis tidak bertanggung jawab terhadap efek samping setelah membaca puisi ini, seperti sakit kepala, mual, mules, dan muntah-muntah di karenakan isi puisi yang tidak melewati tahap seleksi para penyair terlebih dahulu

IBU

Berjalanku pada hidup

Berperang meronta nasib

Menangis, perih ketika terjatuh..

Teringat ku padanya

Ia berjuang merekah hati..

Merangkak berselimut perih..

Tak pernah harap budi berbalas..

Ketika Lelap berteman malam kelam

ia bangun, memohon, bersujud doa

Aahhh..

Bermain lagi wajahnya..

Tersadarku..

Bangun..bangkit..

Membara jiwa olehnya

Bergelora di dalam kalbu

Seolah berbisik di relung hatiku

Terus..

Berjuanglah Nak..

Ada asa menanti..

Ada jiwa merangkai..

Bulat sudah tekad terpatri..

Demi senyumnya penyejuk sukma..

Tuhan..

Bersujud ku menyebut namaMU..

Izinkan aku berjalan..

Luangkan harapan dan kesempatan..

Hentikan waktu sesaat..

Tolong..

Ini mimpiku..

Ini hidupku..

Biar kubingkai keringat dan air mata

Menjadi bahagia kepadanya

Untuk Wanita Penuh Cinta Bertelapak Surga..

Dear Mom : Love u so much..